<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Hendra5289's Blog</title>
	<atom:link href="http://hendra5289.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hendra5289.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Feb 2009 08:56:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='hendra5289.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Hendra5289's Blog</title>
		<link>http://hendra5289.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://hendra5289.wordpress.com/osd.xml" title="Hendra5289&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://hendra5289.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Tanggapan Statistika Dalam Kehidupan Industri</title>
		<link>http://hendra5289.wordpress.com/2009/02/17/tanggapan-statistika-dalam-kehidupan-industri/</link>
		<comments>http://hendra5289.wordpress.com/2009/02/17/tanggapan-statistika-dalam-kehidupan-industri/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Feb 2009 08:56:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hendra5289</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hendra5289.wordpress.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Dari kasus di http://kuliahbersama.com/?p=94 pendapat saya adalah sebagai berikut: Menurut saya dalam suatu perusahaan itu perlu adanya cara-cara yang memudahkan untuk menyimpulkan informasi untuk dapat menyimpulkan sesuatu menjadi lebih sederhana. Konsep mean, median, mode, varian, dan standar deviasi adalah merupakan metode yang baik digunakan. Mean adalah merupakan perhitungan rata-rata pada suatu data. Ini diperlukan untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendra5289.wordpress.com&amp;blog=5301376&amp;post=25&amp;subd=hendra5289&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari kasus di <a href="http://kuliahbersama.com/?p=94" target="_self">http://kuliahbersama.com/?p=94</a> pendapat saya adalah sebagai berikut:</p>
<p>Menurut saya dalam suatu perusahaan itu perlu adanya cara-cara yang memudahkan untuk menyimpulkan informasi untuk dapat menyimpulkan sesuatu menjadi lebih sederhana. Konsep mean, median, mode, varian, dan standar deviasi adalah merupakan metode yang baik digunakan.</p>
<p>Mean adalah merupakan perhitungan rata-rata pada suatu data. Ini diperlukan untuk dapat mengetahui informasi akan rata-rata dari barang/produk yang terproduksi atau terjual misalnya, sehingga dapat membantu dalam pengambilan keputusan.</p>
<p>Median adalah merupakan salah satu pembagian setengah-setengah, dimana setengahnya adalah bagian terendah dan setengahnya lagi adalah nilai tertinggi, dimana dengan kita juga menentukan nilai tengah dari suatu data atau informasi sebagai pembatas dari dua kubu tersebut. Median dapat berguna untuk melihat pembagian yang terjadi mana yang tertinggi dan mana yang terendah. Sehingga dapat memudahkan kinerja perusahaan untuk memperhatikan produksi apa yang dapat memberi nilai yang baik dan mana yang tidak.</p>
<p>Mode adalah merupakan nilai yang paling sering muncul dalam suatu data atau informasi yang kita peroleh. Mode merupakan salah satu konsep sederhana juga dalam menarik kesimpulan kinerja di industri. Misalnya kita punya data-data dari proses produk yang ada dan kinerja setipa pekerja industri, kita dapat mengankap informasi penting disini dengan melihat nilai yang sering muncul. Seperti kalau di proses kesekian misalnya data mesin nganggur paling banyak muncul sehingga kita bisa mendapat info yang penting dan membantu disini.</p>
<p>varians adalah perhitungan terhadap varian dari data atau informasi itu. dalam varian kita dapat melihat data-data yang dapat membantu kita untuk melihat apa yang perlu dalam kinerja kita di sehari-hari</p>
<p>Standar Deviasi merupakan ukuran sederhana yang variabilitas. <span> Standar deviasi yang rendah menunjukkan bahwa semua data yang sangat dekat dengan nilai yang sama (yang artinya) sementara standar deviasi yang tinggi menunjukkan bahwa data yang &#8220;menyebar&#8221; lebih besar rentang nilai. </span></p>
<p><span>Jadi konsep-konsep diatas dibutuhkan untuk menentukan penarikan kesimpulan atas kinerja-kinerja dalam industri.</span></p>
<p><span>referensi : www.wikipedia<br />
.com<br />
</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hendra5289.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hendra5289.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hendra5289.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hendra5289.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hendra5289.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hendra5289.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hendra5289.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hendra5289.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hendra5289.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hendra5289.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hendra5289.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hendra5289.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hendra5289.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hendra5289.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendra5289.wordpress.com&amp;blog=5301376&amp;post=25&amp;subd=hendra5289&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hendra5289.wordpress.com/2009/02/17/tanggapan-statistika-dalam-kehidupan-industri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/de3faa01ec98c8dba7313892b9c17bbd?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">hendra5289</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Konsep Statistika dalam kehidupan</title>
		<link>http://hendra5289.wordpress.com/2009/01/31/konsep-statistika-dalam-kehidupan/</link>
		<comments>http://hendra5289.wordpress.com/2009/01/31/konsep-statistika-dalam-kehidupan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Jan 2009 14:35:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hendra5289</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hendra5289.wordpress.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Dalam kehidupan kita sehari-hari kita tak bisa lepas dari perhitungan, apalagi yang berhubungan denagan numerik. Kita pasti sudah mengenal atau mendengar yang namanya &#8220;statistika&#8221;. Statistika adalah ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan, mengumpulkan, menganalisis, menginterpretasi, dan mempresentasikan data. Singkatnya, statistika adalah ilmu yang berkenaan dengan data. Istilah &#8216;statistika&#8217; (bahasa Inggris: statistics) berbeda dengan &#8216;statistik&#8217; (statistic). Statistika [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendra5289.wordpress.com&amp;blog=5301376&amp;post=23&amp;subd=hendra5289&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam kehidupan kita sehari-hari kita tak bisa lepas dari perhitungan, apalagi yang berhubungan denagan numerik. Kita pasti sudah mengenal atau mendengar yang namanya &#8220;statistika&#8221;.</p>
<p>Statistika adalah ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan, mengumpulkan, menganalisis, menginterpretasi, dan mempresentasikan data. Singkatnya, statistika adalah ilmu yang berkenaan dengan data.</p>
<p>Istilah &#8216;statistika&#8217; (bahasa Inggris: <em>statistics</em>) berbeda dengan &#8216;statistik&#8217; (<em>statistic</em>). Statistika merupakan ilmu yang berkenaan dengan data, sedang statistik adalah data, informasi, atau hasil penerapan algoritma statistika pada suatu data.</p>
<p>Statistika ini banyak sekali digunakan untuk membantu kehidupan kita sehari-hari. Digunakan bisa dalam biologi, sains, teknik, psikologi, astronomi, bisnis dan masih banyak lagi. Kita ambil satu contoh dalam berbisnis setiap orang menggunakan konsep statistika, contohnya dalam saham. Dalam perhitungan saham setiap orang melihat peluang yang bisa muncul dan memperhitungkannya dengan data yang ada apakah dapat memberi manfaat/keuntungan atau tidak, lalu kemudian mereka memberi keputusan.</p>
<p>Tanpa kita sadari dari hal-hal sederhan sebenarnya kita sudah berhubungan dengan &#8220;konsep statistika&#8221; itu sendiri. Misalnya kita melihat dua barang yang menarik tapi kita hanya bisa memilih salah satu kemudian kita melihat kira-kira mana yang cocok mencari informasi mana yang lagi mode lalu melihat manfaat ke diri kita itu apa, dalam kasus ini sebenarnya kita sebenarnya sudah menerapkan statistika itu sendiri dengan melihat peluang yang ada, informasi serta data-data yang ada dan kemudian membuat kita memustuskan sesuatu. Disini kita juga menganalisis dari kedua benda itu.</p>
<p>Contoh lain juga kita bisa lihat dalam pengaturan pengeluaran kita ataupun pemasukan. Disini kita menerapkan konsep statistika dengan mengatur kira-kira seminggu aku mengeluarkan biaya berapa? Berapa presentase pengeluaran per sekali jalan ? Dan juga kita menginterpretasikan kira-kira dengan uang segini saya harus bagaimana atau sesuai tidak dengan pemasukan kita?</p>
<p>Tanpa kita sadari konsep itu sendiri sudah kita terapkan dan sangat dekat dalam kehidupan kita. Kita menebak cuaca, melihat suatu kemungkinan baik di sekolah ataupun ujian. Jadi, konsep statistika itu sangat berperan dalam kehidupan kita baik untuk mengambil sebuah keputusan maupun untuk melakukan suatu aktivitas.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hendra5289.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hendra5289.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hendra5289.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hendra5289.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hendra5289.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hendra5289.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hendra5289.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hendra5289.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hendra5289.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hendra5289.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hendra5289.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hendra5289.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hendra5289.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hendra5289.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendra5289.wordpress.com&amp;blog=5301376&amp;post=23&amp;subd=hendra5289&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hendra5289.wordpress.com/2009/01/31/konsep-statistika-dalam-kehidupan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/de3faa01ec98c8dba7313892b9c17bbd?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">hendra5289</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tanggapan Sifat Eksperimental Rekayasa</title>
		<link>http://hendra5289.wordpress.com/2008/11/17/tanggapan-sifat-eksperimental-rekayasa/</link>
		<comments>http://hendra5289.wordpress.com/2008/11/17/tanggapan-sifat-eksperimental-rekayasa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Nov 2008 07:37:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hendra5289</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hendra5289.wordpress.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Diambil dari http://http://kuliahbersama.com/?p=29     Tanggapan saya, berdasar artikel di atas ialah menurut saya mungkin dengan adanya design alat hitung seperti itu mungkin tidak akan adanya kesulitan dalam menghitung suara dalam pemungutan suara. Dalam perhitungan suara normal kita harus menunggu dan harus sangat teliti untuk menghitung suara agar tidak ada yang terjadi kesalahan dalam perhitungan setiap suara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendra5289.wordpress.com&amp;blog=5301376&amp;post=18&amp;subd=hendra5289&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Diambil dari <a href="http://http://kuliahbersama.com/?p=29" target="_blank">http://http://kuliahbersama.com/?p=29</a></p>
<p style="text-align:justify;">    Tanggapan saya, berdasar artikel di atas ialah menurut saya mungkin dengan adanya design alat hitung seperti itu mungkin tidak akan adanya kesulitan dalam menghitung suara dalam pemungutan suara. Dalam perhitungan suara normal kita harus menunggu dan harus sangat teliti untuk menghitung suara agar tidak ada yang terjadi kesalahan dalam perhitungan setiap suara yang diambil. Hal ini mungkin secara besar berpengaruh akan keefektivannya. Dalam kasus seperti ini dibutuhkan teknologi yang dapat membantu agar banyak waktu tak terpakai yang di reduksi.</p>
<p style="text-align:justify;">    Teknologi zaman ini sudah semakin &#8220;membooming&#8221; sehingga kita dapat dibantu untuk beberapa masalah yang ada. Contohnya seperti alat penhitung suara di atas kita memang dapat menghitung suara dengan tidak ada masalah karena dengan cepat semua bisa terhitung dan teratasi. Tapi ada masalah yang harus kita lihat akibat dari sebuah teknologi, tidak selamanya suatu teknologi berjalan seiiring dengan etika. Dalam mesin hitung suara kita memang bisa menghitung dengan begitu cepat tanpa ada kendala. Tapi, kita harus tahu bahwa bisa terjadi penyelewengan dengan mesin itu.</p>
<p style="text-align:justify;">    Contoh yang bisa terjadi adalah misalnya dalam suatu perhitungan suara dengan hanya menggunakan mesin bisa terjadi banyak kecurangan misalnya yang seharusnya sudah memberi suara ke orang lain secara sengaja dan curang karena dihitung berdasar angkat tangan mendukung orang lain juga sehingga sebenarnya secara hukum itu tidak sah. Atau bisa saja karena perhitungan yang seperti itu bisa menyebabkan banyak orang yang takut dan merasa tidak trerjaga kerahasiaanya karena mereka mengangkat tangan agar mesin itu dapat menghitung.</p>
<p style="text-align:justify;">    Jadi pada intinya segala sesuatu baik dibilang teknologi yang paling hebat pun atau yang bisa mempermudah manusia, tidak akan selalu mendukung setiap tindakan dan rancangan kita. Karena dalam setiap kita bertindak haruslah dilandasi etika yang dapat mengatur hidup kita dan keselarasan dalm bermasyarakat. Palagi kita lihat sekarang di indonesia, tanpa lat yang canggih itu pun sering terjadi penyelewengan suara dan bentrok sana-sini. Aplagi dengan mesin penghitung suara yang seprti kasus diatas. Mungkin secara fisik mesin itu tidak ada masalah dan lancar-lancar saja. Tapi bagian dalamnya seringkali yang bermasalah.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hendra5289.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hendra5289.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hendra5289.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hendra5289.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hendra5289.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hendra5289.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hendra5289.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hendra5289.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hendra5289.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hendra5289.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hendra5289.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hendra5289.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hendra5289.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hendra5289.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendra5289.wordpress.com&amp;blog=5301376&amp;post=18&amp;subd=hendra5289&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hendra5289.wordpress.com/2008/11/17/tanggapan-sifat-eksperimental-rekayasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/de3faa01ec98c8dba7313892b9c17bbd?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">hendra5289</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tanggapan Experimen dalam Etika Rekayasa</title>
		<link>http://hendra5289.wordpress.com/2008/11/10/tanggapan-experimen-dalam-etika-rekayasa/</link>
		<comments>http://hendra5289.wordpress.com/2008/11/10/tanggapan-experimen-dalam-etika-rekayasa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Nov 2008 07:20:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hendra5289</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hendra5289.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Dari kasus di http://kuliahbersama.com/?p=11 Menurut saya berdasar dari artikel yang diberikan, bahwa dalam suatu eksperimen kita lebih harus melihat lbih luas lagi akan dan lebih cermat dalam eksperimen yang kita buat. Dalam bereksperimen manusia pasti yang menjadi lingkupannya, jadi diperlukan ketelitian dan peran moran dalam eksperimen. Karena dalam hal ini kita berhubungan dengan manusia dimana [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendra5289.wordpress.com&amp;blog=5301376&amp;post=15&amp;subd=hendra5289&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari kasus di <a href="http://kuliahbersama.com/?p=11" target="_blank">http://kuliahbersama.com/?p=11</a></p>
<p>Menurut saya berdasar dari artikel yang diberikan, bahwa dalam suatu eksperimen kita lebih harus melihat lbih luas lagi akan dan lebih cermat dalam eksperimen yang kita buat. Dalam bereksperimen manusia pasti yang menjadi lingkupannya, jadi diperlukan ketelitian dan peran moran dalam eksperimen.</p>
<p>Karena dalam hal ini kita berhubungan dengan manusia dimana kita harus melibatkan hati kita dan akal budi dan etika melingkupi keseluruhan sikap dalam bereksperimen, karena dengan adanya landasan etika kita bisa mendapat kepercayaan dari masyarakat. Kita harus mengutamakan sikap atau tindakan yang berdasar pada etika yang memberi pengertian dan makna mana yang baik mana yang tidak baik.</p>
<p>Karena dalam bereksperimen tanpa adanya landasan etika maka bisa terjadi ketidak seimbangan akan hasil eksperimen itu sendiri dengan keuntungannya bagi orang lain, kalau tidak dilandasi etika itu bisa memberi suatu akibat yang tidak baik bagi manusia. Jadi diperlukan etika dalam eksperimen agar dapat jelas dan pasti arah jalannya ekperimen itu sendiri.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hendra5289.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hendra5289.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hendra5289.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hendra5289.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hendra5289.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hendra5289.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hendra5289.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hendra5289.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hendra5289.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hendra5289.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hendra5289.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hendra5289.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hendra5289.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hendra5289.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendra5289.wordpress.com&amp;blog=5301376&amp;post=15&amp;subd=hendra5289&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hendra5289.wordpress.com/2008/11/10/tanggapan-experimen-dalam-etika-rekayasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/de3faa01ec98c8dba7313892b9c17bbd?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">hendra5289</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Etika Rekayasa</title>
		<link>http://hendra5289.wordpress.com/2008/10/27/etika-rekayasa/</link>
		<comments>http://hendra5289.wordpress.com/2008/10/27/etika-rekayasa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Oct 2008 06:23:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hendra5289</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hendra5289.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Kepedulian etis di kalangan rekayasawan baru lahir pada akhir abad ke-19. Etika rekayasa dipahami sebagai daftar atau rumusan anjuran-anjuran resmi dalam bentuk kode, petunjuk, dan opini dari organisasi-organisasi profesi. Telaah implikasi rekayasa bagi umum baru dimulai pada tahun 1970-an dan etika rekayasa pun menjadi kajian interdisipliner yang melibatkan teori filsafat, ilmu sosial, hukum, dan bisnis. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendra5289.wordpress.com&amp;blog=5301376&amp;post=8&amp;subd=hendra5289&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="SV"><span style="font-family:Times New Roman;">Kepedulian etis di kalangan rekayasawan baru lahir pada akhir abad ke-19. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;background:#99ff99;color:#000000;line-height:150%;"><span style="font-family:Times New Roman;">Etika</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:14pt;background:#99ff99;color:#000000;line-height:150%;">rekayasa</span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="SV"> dipahami sebagai daftar atau rumusan anjuran-anjuran resmi dalam bentuk</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="SV"><span style="font-family:Times New Roman;">kode, petunjuk, dan opini dari organisasi-organisasi profesi. Telaah implikasi <span style="background:#99ff99;color:#000000;">rekayasa</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="SV"><span style="font-family:Times New Roman;">bagi <span style="background:#ff66ff;color:#000000;">umum</span> baru dimulai pada tahun 1970-an dan <span style="background:#a0ffff;color:#000000;">etika</span> <span style="background:#99ff99;color:#000000;">rekayasa</span> pun menjadi kajian</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="SV"><span style="font-family:Times New Roman;">interdisipliner yang melibatkan teori filsafat, ilmu sosial, hukum, dan bisnis. Selanjut-</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="SV"><span style="font-family:Times New Roman;">nya, artikel-artikel tentang <span style="background:#a0ffff;color:#000000;">etika</span> <span style="background:#99ff99;color:#000000;">rekayasa</span> dalam arti luas baru diterbitkan pada tahun</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Times New Roman;">1981-an terutama oleh <em>Business and Professional Ethics Journal </em>(Martin &amp; Schinzinger,</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Times New Roman;">1994).</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Times New Roman;">Perhatian terhadap <span style="background:#a0ffff;color:#000000;">etika</span> <span style="background:#99ff99;color:#000000;">rekayasa</span> boleh dikatakan terlambat, hal ini terjadi kare-</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Times New Roman;">na masyarakat menganggap rekayasawan sebagai alat produksi saja, bukan sebagai</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Times New Roman;">seorang pengambil keputusan yang bertanggungjawab. Saat ini sebagian masyarakat</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Times New Roman;">telah memahami bahwa proses dan produk kerekayasaan (teknologi) merupakan hasil</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="ES-TRAD"><span style="font-family:Times New Roman;">dari kreativitas personal. Juga telah disadari bahwa nilai moral, perilaku dan kemam-</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="ES-TRAD"><span style="font-family:Times New Roman;">puan sang rekayasawan akan sangat mempengaruhi nilai kreasinya; semakin baik nilai</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="ES-TRAD"><span style="font-family:Times New Roman;">moral seorang rekayasawan, biasanya semakin tinggi nilai keselamatan penggunaan</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="ES-TRAD"><span style="font-family:Times New Roman;">hasil rekayasanya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="ES-TRAD"><span style="font-family:Times New Roman;">Berangkat dari kesadaran tersebut di atas, <span style="background:#a0ffff;color:#000000;">etika</span> <span style="background:#99ff99;color:#000000;">rekayasa</span> menjadi hal yang pent-</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="ES-TRAD"><span style="font-family:Times New Roman;">ing dan perlu selalu dikaji oleh seorang rekayasawan agar memahami batas-batas</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="ES-TRAD"><span style="font-family:Times New Roman;">tanggungjawabnya. Dengan studi <span style="background:#a0ffff;color:#000000;">etika</span> <span style="background:#99ff99;color:#000000;">rekayasa</span> seorang rekayasawan diharapkan</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="ES-TRAD"><span style="font-family:Times New Roman;">dapat meningkatkan kemampuan penalarannya agar lebih efektif di dalam mencari</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="ES-TRAD"><span style="font-family:Times New Roman;">jawaban atas pertanyaan-pertanyaan moral. Jadi tujuan <span style="background:#a0ffff;color:#000000;">etika</span> <span style="background:#99ff99;color:#000000;">rekayasa</span> adalah un-</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="ES-TRAD"><span style="font-family:Times New Roman;">tuk meningkatkan otonomi moral, yaitu kemampuan untuk berpikir <span style="background:#ff9999;color:#000000;">secara</span> rasion-</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="SV"><span style="font-family:Times New Roman;">al tentang isu-isu moral berlandaskan kaidah-kaidah moral yang berlaku</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:14pt;background:#a0ffff;color:#000000;line-height:150%;">Etika</span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="SV"> <span style="background:#99ff99;color:#000000;">rekayasa</span> bisa didefinisikan sebagai berikut.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="SV"><br />
</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="SV"><span style="font-family:Times New Roman;">(1) Studi tentang soal-soal dan keputusan moral yang menghadang individu dan</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="SV"><span style="font-family:Times New Roman;">organisasi yang terlibat suatu <span style="background:#99ff99;color:#000000;">rekayasa</span>.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="FI"><span style="font-family:Times New Roman;">(2) Studi tentang pertanyaan-pertanyaan yang erat berkaitan satu sama lain</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="SV"><span style="font-family:Times New Roman;">tentang perilaku moral, karakter, cita-cita, dan hubungan orang-orang dan</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="SV"><span style="font-family:Times New Roman;">organisasi-organisasi yang terlibat dalam pengembangan teknologi (Martin &amp;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="SV"><span style="font-family:Times New Roman;">Schinzinger, 1994).</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="SV"><span style="font-family:Times New Roman;">Jadi jelas obyek studi <span style="background:#99ff99;color:#000000;">rekayasa</span> adalah permasalahan moral yang berkait erat den-</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="SV"><span style="font-family:Times New Roman;">gan kerekayasaan. <span style="background:#99ff99;color:#000000;">Rekayasa</span> pada kenyataannya lebih banyak berlangsung di dalam</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="FI"><span style="font-family:Times New Roman;">perusahaan-perusahaan yang mencari keuntungan, dan perusahaan-perusahaan di-</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="SV"><span style="font-family:Times New Roman;">maksud tertanam di dalam struktur masyarakat dan peraturan pemerintah yang rumit,</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="SV"><span style="font-family:Times New Roman;">sehingga permasalahan atau aspek-aspek moral di dalam <span style="background:#99ff99;color:#000000;">rekayasa</span> menjadi semakin</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="SV"><span style="font-family:Times New Roman;">kompleks.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="SV"><span style="font-family:Times New Roman;">Menimbang keterkaitan banyak pihak di dalam <span style="background:#99ff99;color:#000000;">rekayasa</span>; mulai dari pemilik ide, per-</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="SV"><span style="font-family:Times New Roman;">ancang sampai dengan pengguna teknologi; maka <span style="background:#a0ffff;color:#000000;">etika</span> <span style="background:#99ff99;color:#000000;">rekayasa</span> dapat didefinisikan</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="SV"><span style="font-family:Times New Roman;">pula sebagai berikut: <span style="background:#a0ffff;color:#000000;">Etika</span><span> <span style="background:#99ff99;color:#000000;">rekayasa</span> </span>adalah studi tentang permasalahan dan perilaku</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="SV"><span style="font-family:Times New Roman;">moral, karakter, cita-cita orang <span style="background:#ff9999;color:#000000;">secara</span> individu dan ataupun <span style="background:#ff9999;color:#000000;">secara</span> berkelompok yang</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="SV"><span style="font-family:Times New Roman;">terlibat dalam perancangan, pengembangan dan penyebarluasan teknologi.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="SV"><span style="font-family:Times New Roman;">Di dalam pembahasan <span style="background:#a0ffff;color:#000000;">etika</span> <span style="background:#99ff99;color:#000000;">rekayasa</span> selanjutnya akan dibagi menjadi beberapa hal,</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="SV"><span style="font-family:Times New Roman;">yaitu: <span style="background:#a0ffff;color:#000000;">etika</span>, <span style="background:#99ff99;color:#000000;">rekayasa</span> dan teknologi yang merupakan kata kunci di dalam definisi <span style="background:#a0ffff;color:#000000;">etika</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:14pt;background:#99ff99;color:#000000;line-height:150%;">rekayasa</span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="SV">.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="SV"><span style="font-family:Times New Roman;">3. E</span></span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="SV"><span style="font-family:Times New Roman;">TIKA</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="SV"><span style="font-family:Times New Roman;">Kata <span style="background:#a0ffff;color:#000000;">etika</span> berasal dari bahasa Yunani ethos yang <span style="background:#ff9999;color:#000000;">secara</span> sempit berarti aturan atau</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="SV"><span style="font-family:Times New Roman;">tindakan susila (Runes, 1981). Kata ethos diperkirakan telah dikenal paling tidak sejak</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="SV"><span style="font-family:Times New Roman;">5 abad SM (sebelum Masehi) dan telah ditulis oleh para filsof Yunani seperti Aris-</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="FI"><span style="font-family:Times New Roman;">toteles, Plato dan Sokrates. Menurut para filsof Yunani saat itu, ethos memiliki arti</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="FI"><span style="font-family:Times New Roman;">perilaku adat istiadat (Bourke, 1966). Seseorang dikatakan baik atau buruk bukanlah</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="SV"><span style="font-family:Times New Roman;">dilandaskan atas satu tindakannya saja, melainkan atas dasar pola tindakannya <span style="background:#ff9999;color:#000000;">secara</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:14pt;background:#ff66ff;color:#000000;line-height:150%;">umum</span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="SV">. Jika arti ethos adalah perilaku adat istiadat maka dapat ditafsirkan bahwa hal</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="SV"><span style="font-family:Times New Roman;"><span> </span>ini sudah dikenal jauh lebih lama lagi seusia kitab-kitab kuno yang telah ada pada abad</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="SV"><span style="font-family:Times New Roman;"><span> </span>ke 25 SM yang menjadi dasar ajaran <span style="background:#a0ffff;color:#000000;">etika</span> Khong Fu Cu (Sugiantono, 1998).</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:14pt;background:#a0ffff;color:#000000;line-height:150%;">Etika</span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="SV"> juga diartikan pula sebagai filsafat moral yang berkaitan dengan studi tentang</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="SV"><span style="font-family:Times New Roman;">tindakan-tindakan baik ataupun buruk manusia di dalam mencapai kebahagiaannya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="SV"><span style="font-family:Times New Roman;">Apa yang dibicarakan di dalam <span style="background:#a0ffff;color:#000000;">etika</span> adalah tindakan manusia, yaitu tentang kualitas</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="SV"><span style="font-family:Times New Roman;">baik (yang seyogyanya dilakukan) atau buruk (yang seyogyanya dihindari) atau nilai-</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="SV"><span style="font-family:Times New Roman;">nilai tindakan manusia untuk mencapai kebahagiaan serta tentang kearifannya dalam</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="SV"><span style="font-family:Times New Roman;">bertindak (Bourke, 1966).</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="SV"><span style="font-family:Times New Roman;">Pendekatan studi <span style="background:#a0ffff;color:#000000;">etika</span> ada dua, yaitu: pendekatan teoritis yang berkaitan dengan</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="SV"><span style="font-family:Times New Roman;">analisis psikologi dan sosiologi, dan pendekatan praktis yang lebih cenderung mem-</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="SV"><span style="font-family:Times New Roman;">bicarakan petunjuk tentang <span style="background:#a0ffff;color:#000000;">etika</span> daripada alasan-alasan teoritis tentang <span style="background:#a0ffff;color:#000000;">etika</span>, sehing-</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="SV"><span style="font-family:Times New Roman;">ga <span style="background-color:#a0ffff;">etika</span> pun dapat dipisahkan menjadi dua bagian, yaitu yang berkaitan dengan nilai</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="SV"><span style="font-family:Times New Roman;">(axiologi) dan yang berkaitan dengan keharusan (obligasi atau deontologi).</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="FI"><span style="font-family:Times New Roman;">Menurut Runes (1981) ada dua pertanyaan penting tentang nilai kebaikan. Per-</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="FI"><span style="font-family:Times New Roman;">tanyaan pertama adalah tentang arti suatu nilai dan status suatu kebaikan. Apakah</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="SV"><span style="font-family:Times New Roman;">kebaikan itu bisa didefinisikan atau tidak; jika ya bagaimana.</span></span></p>
<div></div>
<p><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;">Aplikasi etika dalam rekayasa dikategorikan menjadi 3, yaitu :</span></span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:small;"><strong><span style="font-family:Times;">Laporan Penemuan/Rekayasa/Rancang-Bangun </span></strong></span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;margin:0;"><span style="font-family:Times;"><span style="font-size:small;">laporan penemuan (invention) memuat: </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;margin:0;"><span style="font-family:Times;"><span style="font-size:small;">• Deskripsi alat yang dibuat, manfaat dan kelebihan alat baru/modifikasi </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;margin:0;"><span style="font-family:Times;"><span style="font-size:small;">• Desain alat </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-9pt;margin:0 0 0 45pt;"><span style="font-family:Times;"><span style="font-size:small;">• Cara membuat (Alat dan bahan) → dituliskan jika memang penelitian sampai taraf pembuatan alat </span></span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:small;"><strong><span style="font-family:Times;">Penelitian Deskriptif </span></strong></span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;margin:0;"><span style="font-family:Times;"><span style="font-size:small;">Secara mendasar, penelitian deskriptif memuat: </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;margin:0;"><span style="font-family:Times;"><span style="font-size:small;">• Tujuan Penelitian: apa yang diharapkan menjadi hasil pengamatan </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;margin:0;"><span style="font-family:Times;"><span style="font-size:small;">• Desain Penelitian: bagaimana melakukan penelitian, langkah-langkah apa saja</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:9pt;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-family:Times;"><span style="font-size:small;">yang akan dikerjakan, alat dan bahan yang diperlukan, data yang diharapkan </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:45pt;margin:0;"><span style="font-family:Times;"><span style="font-size:small;">dapat didapat, bagaimana meminimalkan kesalahan</span></span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:small;"><strong><span style="font-family:Times;">Penelitian Eksperimen </span></strong></span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;margin:0;"><span style="font-family:Times;"><span style="font-size:small;">Secara mendasar, penelitian Eksperimen memuat: </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;margin:0;"><span style="font-family:Times;"><span style="font-size:small;">• Tujuan Penelitian: melihat perbedaan atau hubungan (antar variabel)</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;margin:0;"><span style="font-family:Times;"><span style="font-size:small;">• Hipotesis penelitian</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;margin:0;"><span style="font-family:Times;"><span style="font-size:small;">• Langkah pelaksanaan penelitian</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;margin:0;"><span style="font-family:Times;"><span style="font-size:small;">• Pengumpulan Data</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;margin:0;"><span style="font-family:Times;"><span style="font-size:small;">• Analisis Data</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;margin:0;"><span style="font-family:Times;"><span style="font-size:small;">• Pembentukan Kesimpulan Penelitian</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Times;"><span style="font-size:small;">Metodologi :</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-family:Times;"><span style="font-size:small;">Akal budi dan sifat ingin tahu manusia, memampukan dan mendorongnya untuk</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-family:Times;"><span style="font-size:small;">melakukan penelitian: mengkaji fenomena yang terjadi di sekitarnya, melakukan</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-family:Times;"><span style="font-size:small;">pertimbangan, mengambil keputusan/kesimpulan dan melakukan evaluasi.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-family:Times;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 0 54pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 0 54pt;"><span style="font-family:Times;"><span><span style="font-size:small;">1.</span><span style="font-family:&quot;"> </span></span></span><span style="font-size:small;"><strong><span style="font-family:Times;">Pengetahuan (Knowledge)</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 36pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-family:Times;"><span style="font-size:small;">Secara normatif, definisi Pengetahuan paling tidak meliputi:</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-family:Times;"><span style="font-size:small;">• Fakta, informasi dan kemampuan yang diperoleh melalui pengalaman atau</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 45pt;"><span style="font-family:Times;"><span style="font-size:small;">pendidikan</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-family:Times;"><span style="font-size:small;">• Pemahaman secara teoretis dan/atau praktis suatu bidang (studi), apa yang</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:9pt;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-family:Times;"><span style="font-size:small;">diketahui mengenai suatu bidang tertentu atau berkait dengan bidang-</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:9pt;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-family:Times;"><span style="font-size:small;">bidang lain secara <span> </span>keseluruhan</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-family:Times;"><span style="font-size:small;">• Fakta, informasi dan kesadaran atau pengenalan yang diperoleh dari</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:9pt;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-family:Times;"><span style="font-size:small;">pengalaman menghadapi suatu fakta atau situasi</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-family:Times;"><span style="font-size:small;">Para ahli filsafat masih terus memperdebatkan definisi Pengetahuan, terutama karena rumusan Pengetahuan oleh Plato yang menyatakan Pengetahuan sebagai “kepercayaan sejati yang dibenarkan (valid)&#8221; (<em>“justified true belief”</em>).</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-family:Times;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 0 54pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 0 54pt;"><span style="font-family:Times;"><span><span style="font-size:small;">2.</span><span style="font-family:&quot;"> </span></span></span><span style="font-size:small;"><strong><span style="font-family:Times;">Filsafat (Philosophy) </span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 36pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-family:Times;"><span style="font-size:small;">Berasal dari bahasa Yunani yaitu ‘Phil’ dan ‘Sophy’</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-family:Times;"><span style="font-size:small;">Phil yang berarti Cinta (Love) dan Sophy yang berarti kebijaksanaan, kearifan, hikmat (wisdom)</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-family:Times;"><span style="font-size:small;">Pengujian kritis terhadap dasar rasionalitas dari kepercayaan kita yang paling </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-family:Times;"><span style="font-size:small;">fundamental dan analisis logis terhadap konsep-konsep dasar yang digunakan dalam mengekspresikan apa yang kita percayai. Filsafat dapat juga didefinisikan sebagai refleksi atas pelbagai pengalaman manusia, atau sebagai upaya pengenalan masalah-masalah yang berkaitan erat dengan kemanusiaan secara rasional, metodikal dan sistematis. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-family:Times;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 0 54pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 0 54pt;"><span style="font-family:Times;"><span><span style="font-size:small;">3.</span><span style="font-family:&quot;"> </span></span></span><span style="font-size:small;"><strong><span style="font-family:Times;">Ilmu Pengetahuan (Science) </span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 36pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-family:Times;"><span style="font-size:small;">Kajian sistematik yang menggunakan observasi, eksperimen (percobaan) dan pengukuran terhadap fenomena alam dan sosial, dan bidang kajian lainnya. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-family:Times;"><span style="font-size:small;">Umumnya Ilmu Pengetahuan dicirikan oleh kemungkinan membuat pernyataan benar yang didukung oleh sekumpulan bukti atau pengujian. Karena sifat ini, kebenaran suatu. Ilmu Pengetahuan sangat mungkin mengalami pendefinisian/formulasi ulang/baru</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-family:Times;"><span style="font-size:small;">Klasifikasi Ilmu Pengetahuan: </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-family:Times;"><span style="font-size:small;">• Ilmu Pengetahuan Eksakta: yaitu Ilmu Pengetahuan yang memiliki pengukuran </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:9pt;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-family:Times;"><span style="font-size:small;">(measurement) yang pasti (exact). Contoh: Fisika dan Kimia </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-family:Times;"><span style="font-size:small;">• Ilmu Pengetahuan Deskriptif: Ilmu Pengetahuan yang tujuan utamanya adalah </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 45pt;"><span style="font-family:Times;"><span style="font-size:small;">mengembangkan metode pendeskripsian atau klasifikasi yang kemudian menjadi acuan yang tepat dalam domain ilmu tersebut. Contoh: Taksonomi dalam Botani dan Zoologi.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 45pt;"><span style="font-family:Times;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 0 54pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 0 54pt;"><span style="font-family:Times;"><span><span style="font-size:small;">4.</span><span style="font-family:&quot;"> </span></span></span><span style="font-size:small;"><strong><span style="font-family:Times;">Teknologi (Technology)</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 36pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-family:Times;"><span style="font-size:small;">Teknologi adalah aplikasi Ilmu Pengetahuan terutama untuk tujuan komersial dan </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-family:Times;"><span style="font-size:small;">Industri. Teknologi sangat erat dengan Ilmu Pengetahuan dan Rekayasa (Engineering). Ilmu Pengetahuan menyangkut pemahaman manusia terhadap alam semesta dan komponen-komponennya, misalnya ruang angkasa, materi, energi, dan interaksi di antara elemen-elemen tersebut. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-family:Times;"><span style="font-size:small;">Rekayasa adalah aplikasi Ilmu Pengetahuan dalam wujud pembuatan rancangan/disain pelbagai alat demi kemudahan manusia. Teknologi berkaitan dengan alat dan teknik mewujudkan rancangan alat-alat yang memudahkan kehidupan manusia. Penemuan (Invention) pelbagai alat termasuk dalam kajian Rekayasa dan Teknologi</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-family:Times;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-family:Times;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-family:Times;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-family:Times;"><span style="font-size:small;">Penerapan etika rekayasa</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 18pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times;">Penerapan etika terdapat di semua bidang baik dalam bidang </span><span lang="SV">medis, bioteknologi, teknologi gen, pengujian dengan menggunakan binatang, memberi peluang rekayasa untuk masuk di dalamnya. Masalah etika akan muncul bila bila dalam desain, konstruksi, dan pemakaian produk secara medis dinyatakan tidak berhasil, tetapi dari gatra hasil penelitian rekayasa benar</span><span style="font-family:Times;">. Sebab etika rekayasa sendiri adalah studi tentang soal-soal dan keputusan moral, yang mengandung individu dan organisasi yang terlibat dalam rekayasa, dan relasi yang berkaitan dengan perilaku moral, karakter, cita-cita dan interpersoal. Namun penerapan etika rekayasa tidak lepas dari tujuannya sendiri yaitu untuk meningkatkan otonomi moral, yaitu kemampuan untuk berpikir secara rasional tentang isu-isu moral berlandaskan kaidah-kaidah moral yang berlaku.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 18pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-family:Times;"><span style="font-size:small;">Obyek studi rekayasa adalah permasalahan moral yang berkait erat den-</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-family:Times;"><span style="font-size:small;">gan kerekayasaan. Rekayasa pada kenyataannya lebih banyak berlangsung di dalam</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-family:Times;"><span style="font-size:small;">perusahaan-perusahaan yang mencari keuntungan, dan perusahaan-perusahaan di-</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-family:Times;"><span style="font-size:small;">maksud tertanam di dalam struktur masyarakat dan peraturan pemerintah yang rumit,</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-family:Times;"><span style="font-size:small;">sehingga permasalahan atau aspek-aspek moral di dalam rekayasa menjadi semakin</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-family:Times;"><span style="font-size:small;">kompleks.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-family:Times;"><span style="font-size:small;">Referensi</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Times;"><a href="http://www.answers.com/library/Britannica+Concise+Encyclopedia-cid-1291537289"><span style="font-size:small;">Britannica Concise Encyclopedia </span></a><span style="font-size:small;">(<span style="color:#0000ff;"><a href="http://www.answers.com/">www.answers.com</a></span>, accessed on Sep, 4, 2007)</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Times;"><span style="font-size:small;">Shamoo A and Resnik D. 2003. <em>Responsible Conduct of Research</em>, New York: Oxford </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Times;"><span style="font-size:small;">University Press. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:10.5pt;font-family:Times;">ETIKA REKAYASA UNTUK REKAYASAWAN</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8.5pt;font-family:Times;">DR. IR. SUBAGYO PRAMUMIJOYO, DEA</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8.5pt;font-family:Times;">DR. IR. I WAYAN WARMADA</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span><span style="font-size:small;">ETIKA PENELITIAN REKAYASA <em>(ENGINEERING RESEARCH)<span class="MsoFootnoteReference"> </span></em></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:small;">Suprodjo Pusposutardjo<span class="MsoFootnoteReference"> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;">
<div></div>
<p><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 9pt;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hendra5289.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hendra5289.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hendra5289.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hendra5289.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hendra5289.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hendra5289.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hendra5289.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hendra5289.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hendra5289.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hendra5289.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hendra5289.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hendra5289.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hendra5289.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hendra5289.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendra5289.wordpress.com&amp;blog=5301376&amp;post=8&amp;subd=hendra5289&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hendra5289.wordpress.com/2008/10/27/etika-rekayasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/de3faa01ec98c8dba7313892b9c17bbd?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">hendra5289</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Konsep Etika</title>
		<link>http://hendra5289.wordpress.com/2008/10/27/konsep-etika/</link>
		<comments>http://hendra5289.wordpress.com/2008/10/27/konsep-etika/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Oct 2008 06:07:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hendra5289</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hendra5289.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Konsep Etika Kata etika berasal dari kata ethos (bahasa Yunani) yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat. Sebagai suatu subyek, etika akan berkaitan dengan konsep yang dimiliki oleh individu ataupun kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu salah atau benar, buruk atau baik. Etika adalah refleksi dari apa yang disebut dengan “self control“, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendra5289.wordpress.com&amp;blog=5301376&amp;post=3&amp;subd=hendra5289&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="background:white;line-height:150%;text-align:justify;margin:9pt 0;"><span style="color:#666666;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong>Konsep Etika</strong></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;line-height:150%;text-align:justify;margin:9pt 0;"><span style="color:#666666;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Kata etika berasal dari kata <em>ethos </em>(bahasa Yunani) yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat. Sebagai suatu subyek, etika akan berkaitan dengan konsep yang dimiliki oleh individu ataupun kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu salah atau benar, buruk atau baik. Etika adalah refleksi dari apa yang disebut dengan “<em>self control</em>“, karena segala sesuatunya dibuat dan diterapkan dari dan untuk kepentingan kelompok itu sendiri.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;line-height:150%;text-align:justify;margin:9pt 0;"><span style="color:#666666;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Etika disebut juga filsafat moral merupakan cabang filsafat yang berbicara tentang tindakan manusia. Etika tidak mempersoalkan keadaan manusia, melainkan mempersoalkan bagaimana manusia harus bertindak. Tindakan manusia ini ditentukan oleh bermacam-macam norma, diantaranya norma hukum, norma moral, norma agama dan norma sopan santun. Norma hukum berasal dari hukum dan perundang-undangan, norma agama berasal dari agama, norma moral berasal dari suara hati dan norma sopan santun berasal dari kehidupan sehari-hari.</span></span></span></p>
<p><span style="color:#666666;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;line-height:150%;text-align:justify;margin:9pt 0;"><strong><span style="color:#666666;" lang="SV">Etika dan Etiket</span></strong><span style="color:#666666;" lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;line-height:150%;text-align:justify;margin:9pt 0;"><span style="color:#666666;" lang="SV">Etika (<em>ethics</em>) berarti moral sedangkan etiket (<em>etiquette) </em>berarti sopan santun. </span><span style="color:#666666;">Persamaan antara etika dengan etiket yaitu:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#666666;line-height:150%;font-family:Symbol;" lang="SV"><span>·<span style="font:7pt &quot;">                                 </span></span></span><span style="color:#666666;" lang="SV">Etika dan etiket menyangkut perilaku manusia. Istilah tersebut dipakai hanya mengenai manusia, tidak mengenai binatang karena binatang tidak mengenal etika maupun etiket. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#666666;line-height:150%;font-family:Symbol;" lang="SV"><span>·<span style="font:7pt &quot;">                                 </span></span></span><span style="color:#666666;" lang="SV">Kedua-duanya mengatur perilaku manusia secara normatif artinya memberi norma bagi perilaku manusia dan dengan demikian menyatakan apa yag harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;line-height:150%;text-align:justify;margin:9pt 0;"><span style="color:#666666;">Adapun perbedaannya adalah :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#666666;line-height:150%;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font:7pt &quot;">                                 </span></span></span><span style="color:#666666;">Etiket menyangkut cara melakukan suatu perbuatan. Etiket menunjukkan cara yang tepat artinya cara yang diharapkan serta ditentukan dalam sebuah kalangan tertentu. Etika tidak terbatas pada cara melakukan suatu perbuatan, justru etika memberi norma tentang perbuatan itu sendiri. Etika menyangkut masalah apakah sebuah perbuatan boleh dilakukan atau tidak boleh dilakukan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#666666;line-height:150%;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font:7pt &quot;">                                 </span></span></span><span style="color:#666666;" lang="SV">Etiket hanya berlaku untuk pergaulan. </span><span style="color:#666666;">Etika selalu berlaku walaupun tidak ada orang lain. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#666666;line-height:150%;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font:7pt &quot;">                                 </span></span></span><span style="color:#666666;">Etiket bersifat relatif. Yang dianggap tidak sopan dalam sebuah kebudayaan, dapat saja dianggap sopan dalam kebudayaan lain. Etika lebih absolut. Perintah seperti “jangan berbohong”, “jangan mencuri” merupakan prinsip etika yang tidak dapat ditawar-tawar. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#666666;line-height:150%;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font:7pt &quot;">                                 </span></span></span><span style="color:#666666;">Etiket hanya memadang manusia dari segi lahiriah saja sedangkan etika memandang manusia dari segi dalam. Penipu dapat saja bertutur kata dengan lembut, berarti memegang etiket, namun itu dilakukan untuk menipu, berarti mempunyai etika tidak baik. Orang munafik biasanya selalu mempunyai etiket yang baik namun etikanya selalu tidak baik karena apa yang ada di dalam berbeda dengan apa yang dikeluarkan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;line-height:150%;text-align:justify;margin:9pt 0;"><strong><span style="color:#666666;">Etika dan Moral</span></strong><span style="color:#666666;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;line-height:150%;text-align:justify;margin:9pt 0;"><span style="color:#666666;">Ajaran moral memuat pandangan tentang nilai dan norma moral yang terdapat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;line-height:150%;text-align:justify;margin:9pt 0;"><span style="color:#666666;">pada sekelompok manusia. </span><span style="color:#666666;" lang="SV">Ajaran moral mengajarkan bagaimana orang harus hidup. Ajaran moral merupakan rumusan sistematik terhadap anggapan tentang apa yang bernilai serta kewajiban manusia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;line-height:150%;text-align:justify;margin:9pt 0;"><span style="color:#666666;" lang="SV">Etika merupakan ilmu tentang norma, nilai dan ajaran moral. Etika merupakan filsafat yang merefleksikan ajaran moral. Pemikiran filsafat mempunyai 5 ciri khas yaitu bersifat rasional, kritis, mendasar, sistematik dan normatif (tidak sekadar melaporkan pandangan moral melainkan menyelidiki bagaimana pandangan moral yang sebenarnya).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;line-height:150%;text-align:justify;margin:9pt 0;"><span style="color:#666666;">Pluralisme moral diperlukan karena:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#666666;line-height:150%;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font:7pt &quot;">                                 </span></span></span><span style="color:#666666;">Pandangan moral yang berbeda-beda karena adanya perbedaan suku, daerah budaya dan agama yang hidup berdampingan </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#666666;line-height:150%;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font:7pt &quot;">                                 </span></span></span><span style="color:#666666;">Modernisasi membawa perubahan besar dalam struktur dan nilai kebutuhan masyarakat yang akibatnya menantang pandangan moral tradisional </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#666666;line-height:150%;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font:7pt &quot;">                                 </span></span></span><span style="color:#666666;">Berbagai ideologi menawarkan diri sebagai penuntun kehidupan, masing-masing dengan ajarannya sendiri tentang bagaimana manusia harus hidup. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;line-height:150%;text-align:justify;margin:9pt 0;"><span><strong>Etika dan Moralitas</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;line-height:150%;text-align:justify;margin:9pt 0;"><span style="color:#666666;" lang="SV">Etika bukan sumber tambahan moralitas melainkan merupakan filsafat yang mereflesikan ajaran moral. Pemikiran filsafat mempunyai lima ciri khas yaitu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;line-height:150%;text-align:justify;margin:9pt 0;"><span style="color:#666666;" lang="SV">rasional, kritis, mendasar, sistematik dan normatif. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;line-height:150%;text-align:justify;margin:9pt 0;"><span style="color:#666666;" lang="SV">Rasional berarti mendasarkan diri pada rasio atau nalar, pada argumentasi yang bersedia untuk dipersoalkan tanpa perkecualian. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;line-height:150%;text-align:justify;margin:9pt 0;"><span style="color:#666666;" lang="SV">Kritis berarti filsafat ingin mengerti sebuah masalah sampai ke akar-akarnya, tidak puas dengan pengertian dangkal. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;line-height:150%;text-align:justify;margin:9pt 0;"><span style="color:#666666;" lang="SV">Sistematis artinya membahas langkah demi langkah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;line-height:150%;text-align:justify;margin:9pt 0;"><span style="color:#666666;" lang="SV">Normatif menyelidiki bagaimana pandangan moral yang seharusnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;line-height:150%;text-align:justify;margin:9pt 0;"><span><strong>Etika dan Agama</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;line-height:150%;text-align:justify;margin:9pt 0;"><span style="color:#666666;" lang="SV">Etika tidak dapat menggantikan agama. Agama merupakan hal yang tepat untuk memberikan orientasi moral. Pemeluk agama menemukan orientasi dasar kehidupan dalam agamanya. Akan tetapi agama itu memerlukan ketrampilan etika agar dapat memberikan orientasi, bukan sekadar indoktrinasi. Hal ini disebabkan empat alasan sebagai berikut:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;line-height:150%;text-align:justify;margin:9pt 0;"><span style="color:#666666;" lang="SV">1. Orang agama mengharapkan agar ajaran agamanya rasional. Ia tidak puas mendengar bahwa Tuhan memerintahkan sesuatu, tetapi ia juga ingin mengerti mengapa Tuhan memerintahkannya. Etika dapat membantu menggali rasionalitas agama.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;line-height:150%;text-align:justify;margin:9pt 0;"><span style="color:#666666;" lang="SV">2. Seringkali ajaran moral yang termuat dalam wahyu mengizinkan interpretasi yang saling berbeda dan bahkan bertentangan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;line-height:150%;text-align:justify;margin:9pt 0;"><span style="color:#666666;" lang="SV">3. Karena perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan masyarakat maka agama menghadapi masalah moral yang secara langsung tidak disinggung-singgung dalam wahyu. Misalnya bayi tabung, reproduksi manusia dengan gen yang sama.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;line-height:150%;text-align:justify;margin:9pt 0;"><span style="color:#666666;" lang="SV">4. Adanya perbedaan antara etika dan ajaran moral. Etika mendasarkan diri pada argumentasi rasional semata-mata sedangkan agama pada wahyunya sendiri. Oleh karena itu ajaran agama hanya terbuka pada mereka yang mengakuinya sedangkan etika terbuka bagi setiap orang dari semua agama dan pandangan dunia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;line-height:150%;text-align:justify;margin:9pt 0;"><strong><span style="color:#666666;" lang="SV">Istilah berkaitan</span></strong><span style="color:#666666;" lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;line-height:150%;text-align:justify;margin:9pt 0;"><span style="color:#666666;" lang="SV">Kata etika sering dirancukan dengan istilah etiket, etis, ethos, iktikad dan kode etik atau kode etika. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;line-height:150%;text-align:justify;margin:9pt 0;"><span style="color:#666666;" lang="SV">Etika adalah ilmu yang mempelajari apa yang baik dan buruk. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;line-height:150%;text-align:justify;margin:9pt 0;"><span style="color:#666666;">Etiket adalah ajaran sopan santun yang berlaku bila manusia bergaul atau berkelompok dengan manusia lain. Etiket tidak berlaku bila seorang manusia hidup sendiri misalnya hidup di sebuah pulau terpencil atau di tengah hutan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;line-height:150%;text-align:justify;margin:9pt 0;"><span style="color:#666666;" lang="SV">Etis artinya sesuai dengan ajaran moral, misalnya tidak etis menanyakan usia pada seorang wanita. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;line-height:150%;text-align:justify;margin:9pt 0;"><span style="color:#666666;" lang="SV">Ethos artinya sikap dasar seseorang dalam bidang tertentu. Maka ada ungkapan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;line-height:150%;text-align:justify;margin:9pt 0;"><span style="color:#666666;" lang="SV">ethos kerja artinya sikap dasar seseorang dalam pekerjaannya, misalnya ethos kerja yang tinggi artinya dia menaruh sikap dasar yang tinggi terhadap pekerjaannya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;line-height:150%;text-align:justify;margin:9pt 0;"><span style="color:#666666;" lang="SV">Kode atika atau kode etik artinya daftar kewajiban dalam menjalankan tugas sebuah profesi yang disusun oleh anggota profesi dan mengikat anggota dalam menjalankan tugasnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="color:#000000;"> </span></span></p>
<p><span style="color:#666666;"><font face="Times New Roman" size="3"></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;line-height:150%;text-align:justify;margin:9pt 0;"> </p>
<p></font></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;line-height:150%;text-align:justify;margin:9pt 0;"> </p>
<p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;line-height:150%;text-align:justify;margin:9pt 0;"> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hendra5289.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hendra5289.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hendra5289.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hendra5289.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hendra5289.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hendra5289.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hendra5289.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hendra5289.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hendra5289.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hendra5289.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hendra5289.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hendra5289.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hendra5289.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hendra5289.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendra5289.wordpress.com&amp;blog=5301376&amp;post=3&amp;subd=hendra5289&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hendra5289.wordpress.com/2008/10/27/konsep-etika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/de3faa01ec98c8dba7313892b9c17bbd?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">hendra5289</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://hendra5289.wordpress.com/2008/10/26/hello-world/</link>
		<comments>http://hendra5289.wordpress.com/2008/10/26/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Oct 2008 06:35:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hendra5289</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendra5289.wordpress.com&amp;blog=5301376&amp;post=1&amp;subd=hendra5289&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hendra5289.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hendra5289.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hendra5289.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hendra5289.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hendra5289.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hendra5289.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hendra5289.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hendra5289.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hendra5289.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hendra5289.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hendra5289.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hendra5289.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hendra5289.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hendra5289.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendra5289.wordpress.com&amp;blog=5301376&amp;post=1&amp;subd=hendra5289&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hendra5289.wordpress.com/2008/10/26/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/de3faa01ec98c8dba7313892b9c17bbd?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">hendra5289</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
